Sabtu, 23 Juni 2018

Menuju Mahasiswa Senior

Halo, Nurul Hidayah di sini!!

Masih ingat dengan saya? Oke, setelah sekian lama saya tidak berkunjung ke akun ini, pada hari ini (Sabtu, 23 Juni 2018) saya kembali dan melakukan banyak perbaikan pada postingan saya. Saya sadar, postingan saya masih kacau dan mengambil topik pembahasan yang benar-benar sangat tidak bermanfaat dan bagus untuk dibaca ulang. Maka dari itu, semua postingan saya kecuali "Lulus MA, Calon Maba" telah saya hapus. Saya memulai semua ini dari awal lagi, menjadi seorang blogger yang menyajikan cerita yang setidaknya tidak lebay dan memalukan diri saya sendiri ketika membacanya. Bagi kalian yang mengenal saya di kehidupan sehari-hari, percayalah... apa yang kalian baca sebelum ini memang ditulis oleh seorang Nurul Hidayah, namun dia memulai kegiatan menulis blognya di usia yang tergolong labil, 18 tahun. Nurul Hidayah sekarang adalah Nurul Hidayah yang berusia 20 tahun dan sedang menuju gelar sebagai mahasiswa senior.

Topik pembahasan ini akan melanjutkan postingan tentang awal mula saya menjadi seorang mahasiswa baru. Saya mengoreksi, saya kuliah di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Jurusan Budidaya Perairan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Oke, Banjarbaru bukan Banjarmasin. Saya yang dulu bercerita di sini adalah seorang calon maba dengan segala ekspektasi tinggi dengan kehidupan kampus yang menyenangkan, terutama ketika jauh dari keluarga. Ekspektasi memang jauh dari kenyataan hidup, di perantauan kemandirian adalah tonggak kehidupan dan pengaturan waktu adalah hal yang patut dikuasai. Orang-orang mengatakan kuliah di Perikanan itu mudah, bahkan ada yang menyebutnya sebagai fakultas "tersisih". Mereka merendahkan dan meremehkan, namun mereka belum merasakan bagaimana pusingnya ketika harus menghitung pakan ikan dari ikan tersebut berwujud benih hingga berwujud ikan dewasa. Saya sudah sering mendengar pernyataan nyelekit orang-orang, namun hati saya akan terus tergores.

Oke, kembali ke topik mahasiswa senior. Saya akan memasuki semester 5 di bulan September ini. Artinya, saya akan memiliki adik tingkat kembali. Jadi mahasiswa senior itu lebih banyak kurang nyamannya dibandingkan hal sebaliknya. Tugas... makin susah... Kegiatan organisasi... makin banyak.. (walau saya cuma ikut Himpunan Mahasiswa, anggota pula). Saya harus pintar dalam mengatur waktu, ditambah dengan bertebarannya dedek-dedek gemes yang kadang terlalu gemes saking bikin keselnya, menambah beban kerumitan di otak kecil saya. Sewaktu semester 4, saya berkesempatan membagi ilmu mata kuliah iktiologi yang pernah diajarkan kepada saya sewaktu semester 2 kepada para adik tingkat. Selama 2 bulan saya bertarung dengan namanya laporan. Memang benar-benar melelahkan sampai kuliah saya sedikit terbengkalai. Pernah suatu ketika saya tidak mencari tugas yang diberikan oleh dosen dan akhirnya saya mengerjakannya 1 jam sebelum tugas dikumpulkan. Berbekal contek sana contek sini, tugas terselesaikan. Saya memang mahasiswa senior, tapi kata senior itu bukan segalanya. Senior itu hanya kata pengganti kalimat "kuliah duluan". Saya hanya mahasiswa yang lebih dulu kuliah daripada si dedek-dedek. Kepintaran, kepandaian, kecerdasan, kerajinan dan keterampilan bisa jadi si dedek lebih unggul dibandingkan saya. Jadi, harap dicatat ya mahasiswa senior... senior itu lebih diarahkan kepada kakak, seorang kakak yang baik akan membimbing adiknya ke arah yang lebih baik. Kalau hasilnya si adik lebih baik dan lebih bagus dari kita, artinya kita telah berhasil membimbing mereka.

Sekian     -N.H.-


Jumat, 15 Juli 2016

Lulus MA, Calon MaBa

Halo, Nurul Hidayah di sini!!


Pertama-tama, minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga amal ibadah kita selama satu bulan di bulan Ramadhan tahun ini diterima oleh Allah SWT., dosa-dosa kita diampuni dan semoga kita bisa bertemu dengan Ramadhan tahun berikutnya dalam keadaan sehat wal'afiat, aamiin.

Errr, sudah berapa lama saya tidak menulis di sini? Haha.. berbulan-bulan.  Ada yang kangen? Yang baca aja kaga ada... 
Oh, sesuai judul. Saya baru saja menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah saya di MAN 2 Amuntai pada bulan Mei lalu. Alhamdulillah, mulai dari pelaksanaan ujian hingga hasilnya pun bisa dikatan 'lumayan' baik.

Banyak hal yang saya lewati semasa persiapan UN 2016 ini. Dari waktu belajar tambahan hingga try out, banyak kejadian menyenangkan, lucu dan menegangkan.

Menyenangkan di sini ketika waktu belajar tambahan. Kami melaksanakan 2 bulan waktu belajar tambahan, yaitu pada bulan November 2015 dan Februari 2016. Waktu pelaksanan terhitung mulai pukul 14.30 WITA hingga pukul 17.30 WITA.
Jadi, selama 2 bulan tersebut saya menghabiskan full 12 jam di sekolah dengan berbagai macam mata pelajaran. Untuk waktu belajar utama, pelajaran yang diajarkan seperti hari biasa dan untuk waktu tambahan  pelajaran yang diajarkan berfokus pada mata pelajaran yang akan diujikan. Karena saya jurusan IPA, otomatis makanan saya ya kebanyakan rumus. Apalagi fisika. wkwkwk..

Selama di sekolah, kami shalat, makan bahkan tidur siang. Di bagian belakang kelas disediakan sebuah karpet oleh seorang teman saya yang dengan baik hatinya membawanya dari rumahnya sendiri. Salah seorang teman saya yang lain bahkan ada yang membawa sikat gigi beserta odolnya. Pokoknya menyenangkan sekali kalau diingat-ingat. Bagaimana kalau jam makan siang, kami bawa makanan dari rumah tapi ada juga yang beli makanan dari warung depan sekolah.

Lain lagi saat pelaksanaan try out. Kejadian ini mungkin akan jadi kejadian yang akan terus saya ingat.
2 hari sebelum try out saya sakit gara-gara "overdosis" belajar. Tidur sebentar, bangun, belajar lagi. Terus seperti itu  tanpa makan.  Akhirnya K.O. juga. baru sehari sebelum try out saya diantar mama saya ke dokter. Itu ingus masih meler-meler walau dikasih obat.

Ini kejadiannya. Saat ujian berlangsung dengan mata pelajaran biologi, ketika saya melakukan pengisian biodata dengan tak tahu malunya itu ingus nemplok di kertas LJU. Iya, dan gara-gara itu satu kelas heboh. Saya hampir nangis gara-gara takut kertasnya rusak. belum lagi pengawas try outnya yang luar biasa. Shock, takut campur aduk jadi satu. Tapi, alhamdulillah kertas saya pada akhirnya tidak apa-apa. Bisa di-scan komputer tanpa ada masalah.

Haha.. pengalaman-pengalaman seperti ini membuat hari-hari saya di MA menjadi lebih berwarna. Banyak hal yang bisa saya ceritakan suatu saat nanti pada anak dan cucu saya.

Sekarang saya sudah lulus. Hah.. Rindu, sangat rindu. Ingin rasanya kembali ke masa itu. Ke masa di mana kami seringnya mengeluh tentang keadaan pada saat itu. Tapi, apa daya. Cita-cita tetap harus dilanjutkan. Alhamdulillah, saya diterima di Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin dengan prodi Budidaya Perairan. Hehe.. ada yang sama dengan saya?

Baik, cerita ini akan berlanjut di bagian dua, ya..

Jum'at, 15 Juli 2016



Nurul Hidayah